Kamis, 12 Juni 2014

Membuat Ringkasan Artikel

Manajer Arsenal Arsene Wenger menyebut Manchester City telah memenangi perlombaan maraton. Satu angka dari laga kontra West Ham akhir pekan ini akan memastikan trofi jatuh ke tangan The Citizen. City unggul selisih gol telak dari Liverpooll di urutan kedua dengan poin 81. Musim ini anak asuh Manuel pellegrini cuma 11 hari di posisi terdepan, jauh dibelakang para rivalnya. Wenger pun mengakui bahwa City berhasil unjuk gigi di saat-saat terkahir. "Sepertinya City akan memenangi gelar sekarang. Akan butuh keajaiban agar mereka tak memenanginya," kata Wenger di situs resmi klub.


Kamis, 08 Mei 2014

Menentukan Kerangka Tulisan dari sebuah Artikel

Wenger: City Telah Memenangi Sebuah Maraton
London - Manajer Arsenal Arsene Wenger menyebut Manchester City telah memenangi perlombaan maraton, yang mana mereka tentukan di fase akhir.

City tinggal selangkah lagi menjuarai Premier League musim ini. Satu angka dari laga kontra West Ham United akhir pekan ini akan memastikan trofi jatuh ke tangan The Citizens.

Mengemas nilai 83 dari 37 pekan, City unggul selisih gol telak (13 gol) dari Liverpool di urutan kedua dengan 81 poin. Berasumsikan City hanya berimbang di laga terakhir sementara Liverpool menang dengan selisih tak lebih dari 13 gol, maka City tetap juara.

Menariknya, City baru kembali ke puncak klasemen di dua pekan terakhir. Secara keseluruhan, musim ini anak asuh Manuel Pellegrini cuma 11 hari di posisi terdepan, jauh di belakang para rivalnya.

Arsenal misalnya, tercatat oleh Opta paling lama memuncaki klasemen dengan 128 hari, diikuti Chelsea dengan 64 hari, dan Liverpool yang menghabiskan 59 hari. Wenger pun mengakui jika City berhasil unjuk gigi di saat-saat terakhir.

"Sepertinya City akan memenangi gelar sekarang. Akan butuh keajaiban agar mereka tak memenanginya," kata Wenger di situs resmi klub.

"Ini adalah sebuah musim di mana City memenanginya di akhir pekan, di luar akal sehat. Mereka memenangi sebuah maraton dan mereka tancap gas di 100 yards terakhir. Tapi mereka tancap gas di saat yang penting," demikian manajer asal Prancis ini.

sumber artikel :
http://sport.detik.com/sepakbola/read/2014/05/09/064249/2577765/72/wenger-city-telah-memenangi-sebuah-maraton?b99220170
Kerangka tulisan :
1.1. Dengan satu point M.City akan juara Premier League
1.2. City unggul selisih 13 gol dari Liverpool
1.3. Dua pekan terakhir M.City berada di puncak klasemen
1.4. Butuh keajaiban M.City tidak memengkan gelar
1.5. M.City memenangkannya di akhir pekan

Kamis, 27 Maret 2014


BERFIKIR DAN BERNALAR TIDAK BISA DI PISAHKAN

PEMBUKA 




Apa yang anda lakukakan sebelum melakukan suatu kegitan atau mengambil keputusan di dalalm kegiatan kita sehari - hari, masyarakt umumnya melakukan suatu kegiatan atau keputusan itu di karenakan melihat apa yang dia lihat dan tidak memikirkan dampak atau efek dari hasil yang kita lakukan apakah hasil itu bersifat positif atau negative, alangkah baiknya sebelum kita melakukkan sesuatu itu kita harus "BERFIKIR DAN BERNALAR TIDAK DAPAT DI PISAHKAN" 

PEMBAHASAN

Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-pengertian. “Berpikir” mencakup banyak aktivitas mental. Kita berpikir saat memutuskan barang apa yang akan kita beli di toko. Kita berpikir saat melamun sambil menunggu kuliah pengantar psikologi dimulai. Kita berpikir saat mencoba memecahkan ujian yang diberikan di kelas. Kita berpikir saat menulis artikel, menulis makalah, menulis surat, membaca buku, membaca koran, merencanakan liburan, atau mengkhawatirkan suatu persahabatan yang terganggu.

Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Walaupun tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kerja otak, pikiran manusia lebih dari sekedar kerja organ tubuh yang disebut otak.  Kegiatan berpikir juga melibatkan seluruh pribadi manusia dan juga melibatkan perasaan dan kehendak manusia. Memikirkan sesuatu berarti mengarahkan diri pada obyek tertentu, menyadari secara aktif dan menghadirkannya dalam pikiran kemudian mempunyai wawasan tentang obyek tersebut.

Berpikir juga berarti berjerih-payah secara mental untuk memahami sesuatu yang dialami atau mencari jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi. Dalam berpikir juga termuat kegiatan meragukan dan memastikan, merancang, menghitung, mengukur, mengevaluasi, membandingkan, menggolongkan, memilah-milah atau membedakan, menghubungkan, menafsirkan, melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada, membuat analisis dan sintesis menalar atau menarik kesimpulan dari premis-premis yang ada, menimbang, dan memutuskan.
Seperti yang kita ketahui bahwa dengan bernalar kita akan memperoleh kesimpulan . Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap sah apabila proses penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu yang disebut logika.Sedangkan hakekat dari penalaran adalah suatu proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang bersifat pengetahuan. Akan tetapi tidak semua kegiatan berpikir mendasarkan diri pada penalaran (Jujun S. Suriasumantri, 2002:43
Proses bernalar meliputi beberapa tahap. Tahapan-tahapan tersebut adalah:


  1. Mengerti  tahap dimana seseorang memahami segala aspek dari objek yang diamati.
  2. Memutuskan  menetapkan kesimpulan sementara berdasarkan fakta-fakta yang ada.
  3. Menyimpulkan  memberikan kesimpulan yang pasti mengenai objek yang diamati setelah fakta-fakta yang ada di uji kembali kebenarannya.

    KESIMPULAN  

    Jika kita merasa haus, maka kita akan melakukan aktifitas yang membuat rasa haus kita hilang. Aktifitas tersebut adalah minum, dan yang diminum adalah air yang dapat menghilangkan rasa haus kita, dari contoh diatas sudah jelas bahwa berfikir dan bernalar tidak dapat dipisahkan
    walhasil jika kita melakukan sesuatu tanpa berfikir dan bernalar, maka yang kita lakukan adalah sia - sia.


 
 http://artikata.com/arti-374016-berpikir.html
 http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/berpikir-thinking.htm
 http://riska-yunita.blogspot.com

Jumat, 17 Januari 2014

Pengaruh konsumen dalam memilih untuk membeli suatu produk, diantaranya :

1. Iklan
Karena konsumen terpengaruh dengan iklan produk tersebut yang ditampilkan di media massa, iklan memiliki pengaruh yang cukup besar untuk mempengaruhi benak masyarakat, menciptakan positioning agar masyarakat tertarik dengan produk tersebut.

2. Lingkungan Sekitar
Contohnya, bila salah satu teman di lingkungan tersebut menggunakan suatu produk baru, otomatis hal ini memancing yang lainnya agar membeli produk tersebut juga. Hal ini erat kaitannya dengan kondisi persaingan sosial.

3. Kebutuhan Individu
Pengaruh pembelian pada jenis ini, lebih di dasarkan pada karakter personal individu. Dia akan memutuskan membeli barang apa yang dibutuhkan dan barang apa yang menjadi prioritas.

4. Merk
Sebagian besar masyarakat percaya pada merk - merk yang terkenal. karena mereka percaya merk tersebut mempunyai kualitas yang unggul. selain itu dengan menggunakan barang ber merk orang merasa status sosial meraka lebih tinggi.

5. Pengaruh Keluarga
Contohnya : Orang yang sudah berkeluarga akan lebih selektif dalam memilih makanan atau barang lain yang digunakan oleh anggota keluarga yang lain.

6. Loyalitas terhadap suatu merk
Contohnya : Jika seseorang loyal terhadap suatu merek obat sakit kepala, dia pasti akan selalu menggunakan merk tersebut.


Alasan orang membeli suatu barang adalah
1. Beli karena kebutuhan
Ini adalah alasan orang yang paling umum. Mereka membeli barang karena mereka butuh celana baru (misalnya), atau butuh beli oleh-oleh, dan lain sebagainya.

2. Beli karena ingin
Jadi ini alasan sebagian besar ibu-ibu terutama. Mereka beli sesuatu karena ingin atau bahasa kerennya adalah “lapar mata.” Sebenarnya karena tidak ada niat, tapi yaa tetep beli

3. Beli karena kasihan
Kalau ini adalah sifat mulia tetapi ya perlu diwaspadai juga. Jadi, ada orang yang ingin beli sesuatu karena kasihan melihat sang penjualnya (orang sudah tua,atau anak-anak,atau orang yang agak cacat).

4. Beli karena lagi ada uang
Nah, ini alasan yang unik. Karena sedang ada rejeki, maka rejekinya “dihabiskan” untuk membeli barang-barang yang diinginkan (merujuk ke alasan nomor 2).



Pendapat saya terhadap perilaku konsumen di Jabodetabek khususnya kota Depok adalah

Menurut saya perilaku konsumen di jabotabek sangat pesat, dan jika di lihat perilaku konsumen di kota depok masyarakat kota depok terbilang konsumtif dan moderen, menurut saya hal itu karenakan banyaknya perumahan elit di sekitar kota depok, banyaknya tempat perbelanjaan di sekitar kota depok, jaraknya yang berdekatan, dan bisa di bilang setiap harinya tidak pernah sepi pengunjung , dan itu salah satu faktor yang saya anggap msayarakat kota Depok tebilang konsumtif dan moderen.



Selasa, 17 Desember 2013

PENGARUH PERKEMBANGAN GADGET TERHADAP PERILAKU REMAJA


PENGARUH PERKEMBANGAN GADGET TERHADAP PERILAKU REMAJA

Latar Belakang

        Kehidupan masyarakat pada sekarang ini bisa disebut serba mudah atau praktis, itu karena adanya teknologi yang makin hari makin berkembang. Teknologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah gadget. Definisi Gadget Menurut Wikipedia, Gadget adalah suatu istilah yang berasal dari bahasa Inggris untuk merujuk pada suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis spesifik yang berguna yang umumnya diberikan terhadap sesuatu yang baru. Gadget dalam pengertian umum dianggap sebagai suatu perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus pada setiap perangkatnya. Seperti komputer, handphone, game konsole, dan lainnya. Sedangkan perilaku adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. 
        Remaja merupakan masa peralihan dan ketergantungan pada masa anak-anak kemasa dewasa. Gadget bisa membantu dalam banyak hal seperti mencari informasi yang di butuhkan, berkomunikasi dengan orang-orang yang jauh, menghilangkan bosan dengan bermain game dan lainnya. Selain itu sering kali gadget digunakan dalam hal yang salah seperti membuka situs porno dari internet, penculikan karena berkenalan di sosial media.  Dari uraian diatas yang membahas tentang gadget khususnya dampak positif dan dampak negatif dari gadget terhadap remaja Indonesia dapat disimpulkan bahwa meskipun gadget sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bidang informasi dan komunikasi, namun bila berlebihan pasti menjadi ikatan yang negatif.

Jumat, 22 November 2013

Perilaku Konsumen


Perilaku Konsumen
Menurut Handi Irawan *perilaku konsumen Indonesia dikategorikan menjadi sepuluh, yaitu:

1.Berpikir jangka pendek (short term perspective), ternyata sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit untuk diajak berpikir jangka panjang, salah satu cirinya adalah dengan mencari yang serba instant.

2.Tidak terencana (dominated by unplanned behavior). Hal ini tercermin pada kebiasaan impulse buying, yaitu membeli produk yang kelihatannya menarik (tanpa perencanaan sebelumnya).

3 Suka berkumpul. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan suka berkumpul (sosialisasi). Salah satu indikator terkini adalah situs social networking seperti Facebook dan Twitter sangat diminati dan digunakan secara luas di Indonesia.

4.Gagap teknologi (not adaptive to high technology). Sebagian besar konsumen Indonesia tidak begitu menguasai  teknologi tinggi. Hanya sebatas pengguna biasa dan hanya menggunakan fitur yang umum digunakan kebanyakan
pengguna lain.

5. Berorientasi pada konteks (context, not content oriented). Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu  dari tampilan luarnya. Dengan begitu,konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu  sendiri.

6.Suka buatan Luar Negeri (receptive to COO effect). Sebagian konsumen Indonesia juga lebih menyukai produk luar negeri daripada produk dalam negeri, karna bias dibilang kualitasnya juga lebih bagus dibanding produk di indonesia

7. Beragama(religious). Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama, ulama atau pendeta. Konsumen juga suka dengan produk yang mengusung  simbol-simbol agama.

8. Gengsi (putting prestige as important motive). Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walau belum waktunya. Saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laris
terjual di negeri kita pada saat krisis ekonomi sekalipun. Menurut Handi Irawan D, ada tiga budaya yang menyebabkan gengsi. Konsumen Indonesia suka bersosialisasi sehingga mendorong orang untuk pamer. Budaya feodal yang masih
melekat sehingga menciptakan kelas-kelas sosial dan akhirnya terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas.  Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengn materi dan jabatan sehingga mendorong untuk saling pamer.

9. Budaya lokal (strong in subculture). Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun  unsur fanatisme kedaerahan-nya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain.

10. Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environment). Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurangpedulian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi jika melihat prospek kedepan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang *tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah atas relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga akan lebih mudah memasarkan produk dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka.

Sumber : http://forum.kompas.com/urban-life/34622-10-perilaku-konsumen-indonesia.html

Minggu, 10 November 2013

Pembelian yang Berkaitan dengan Perilaku Konsumen

Pengambilan Keputusan Pembelian
Dalam pengambilan keputusan merupakan suatu proses kegiatan pembelian yang tampak hanyalah satu tahap dari keseluruhan proses pembelian konsumen.
Basu Swasta dan T. Hani Handoko, (1982, Hal. 103 ) proses pengambilan keputusan melalui lima tahap yaitu :
1. Menganalisis atau pengenalan kebutuhan dan keinginan.
Dalam penganalisaan kebutuhan dan keinginan suatu proses ditujukan untuk mengetahui adanya kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi. Jika suatu kebutuhan diketahui, maka konsumen akan memahami adanya kebutuhan yang segera dipenuhi atau masih ditunda pemenuhannya. Tahap ini adalah proses pembelian mulai dilakukan.
2. Pencarian informasi dan penilaian sumber – sumber.
Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif, internal atau eksternal, pencarian informasi yang bersifat aktif dapat berupa kunjungan terhadap beberapa toko untuk membuat perbandingan harga dan kualitas produk, sedangkan pencarian informasi pasif hanya dengan membaca iklan di majalah atau surat kabar tanpa mempunyai tujuan khusus tentang gambaran produk yang diinginkan.
Pencarian informasi internal tentang sumber – sumber pembelian dapat berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari pelopor opini, sedangkan informasi eksternal berasal dari media masa dan sumber informasi dari kegiatan pemasaran perusahaan.
3. Penilaian dan seleksi terhadap alternatif pembelian.
Meliputi dua tahap yaitu menetapkan tujuan pembelian dan menilai serta mengadakan seleksi terhadap alternatif pembelian berdasarkan tujuan pembelian.
Tujuan pembelian bagi masing – masing konsumen tidak selalu sama, tergantung pada jenis produk dan kebutuhannya.
4. Keputusan untuk membeli.
Tahapan dalam proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen benar – benar membeli produk. Keputusan untuk membeli atau tidak produk yang ditawarkan. Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli sebenarnya merupakan kesimpulan dari sejumlah keputusan, misalnya : keputusan tentang jenis produk, bentuk produk, jumlah produk dan sebagainya. Apabila produk yang dihasilkan perusahaan sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan, maka produk tersebut mampu menarik minat untuk membeli. Bila konsumen dapat dipuaskan maka pembelian berikutnya akan membeli merk tersebut lagi dan lagi.
5. Perilaku sesudah pembelian.
Setelah melakukan pembelian produk, konsumen akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. Konsumen akan melakukan tindakan setelah kegiatan membeli dalam hal penggunaan produk tersebut sehingga harus diperhatikan oleh pemasar bahwa tugas pemasaran tidak berakhir ketika produk sudah dibeli tetapi terus sampai pada periode setelah pembelian.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Membeli
Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan  pada saat mereka membutuhkan. Keputusan membeli pada dasarnya berkaitan dengan“mengapa” dan “bagaimana” tingkah laku konsumen
 Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli:
 a.       Kebudayaan
Kebudayaan ini sifatnya sangat luas, dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Kebudayaan adalah simbul dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada.
b.      Kelas sosial
Pembagian masyarakat ke dalam golongan/ kelompok berdasarkan pertimbangan tertentu, misaltingkat pendapatan, macam perumahan, dan lokasi tempat tinggal 
c.       Kelompok referensi kecil
Kelompok ‘kecil’ di sekitar individu yang menjadi rujukan bagaimana seseorang harus bersikap dan bertingkah laku, termasuk dalam tingkah laku pembelian, misal kelompok keagamaan, kelompok kerja, kelompok pertemanan, dll
d.      Keluarga
lingkungan inti dimana seseorang hidup dan berkembang, terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dalam keluarga perlu dicermati pola perilaku pembelian yang menyangkut:
  • Siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli.
  • Siapa yang membuat keputusan untuk membeli.
  • Siapa yang melakukan pembelian.
  • Siapa pemakai produknya.
e.       Pengalaman
Berbagai informasi sebelumnya yang diperoleh seseorang yang akan mempengaruhi perilaku selanjutnya 
f.       Kepribadian
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk beringkah laku
g.      Sikap dan kepercayaan
Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaan adalah keyakinan seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya 
h.      Konsep diri
Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri, dan pada saat yang sama ia mempunyai gambaran tentang diri orang lain.
 Macam-Macam Situasi Pembelian
Jumlah dan kompleksitas kegiatan konsumen  dalam pembeliannya dapat berbeda-beda. Menurut Howard, pembelian konsumen dapat ditinjau sebagai kegiatan penyelesaian suatu masalah, dan terdapat  tiga macam situasi: 
1.      Perilaku Responsi Rutin
Jenis perilaku pembelian yang paling sederhana terdapat dalam suatu pembelian yang berharga murah dan sering dilakukan. Dalam hal ini pembeli sudah memahami merk-mek beserta atributnya.
2.      Penyelesaian Masalah Terbatas
Pembelian yang  lebih kompleks dimana pemeli tidak mengetahui sebuah merk tertentu  dalam suatu jenis produk yang disukai sehingga membutuhkan  informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk membeli  
3.  Penyelesaian Masalah Ekstensif
Pembelian yang sangat kompleks yaitu ketika  pembeli menjumpai jenis produk yang kurang dipahami dan tidak mengetahui kriteria penggunaannya
 Struktur Keputusan Membeli
Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai suatu struktur yang mencakup beberapa  komponen: 
1.      Keputusan tentang jenis produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah radio atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli radio serta alternatif lain yang mereka pertimbangkan.
2.      Keputusan tentang bentuk produk
Konsumen  dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk radio tertentu. Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran, mutu suara, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk bersangkutan agar dapat memaksimalkan daya tarik merknya.
3.      Keputusan tentang merk
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merk mana yang akan dibeli. Setiap merk memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk.
4.      Keputusan tentang penjualnya
Konsumen harus mengambil keputusan di mana radio tersebut akan dibeli, apakah pada toko serba ada, toko alat-alat listrik, toko khusus radio, atau toko lain. Dalam hal ini, produsen, pedagang besar, dan pengecer harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.
5.      Keputusan tentang jumlah produk
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu unit. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyak produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli.
6.      Keputusan tentang waktu pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Masalah ini akan menyangkut tersedianya uang untuk membeli radio. Oleh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam penentuan waktu pembelian. Dengan demikian perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan pemasarannya.
7.      Keputusan tentang cara pembayaran
Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembeliannya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya.
Image
REVIEW :
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli yaitu kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi kecil, keluarga, pengalaman, kepribadian, siakap dan kepercayaan, konsep diri. Sedangkan macam-macam situasi pembelian yaitu perilaku responsi rutin, penyelesaian masalah terbatas, dan penyelesaian masalah ekstensif.